This is Sister and Younger sister

Just make a hunting..

So Sweet..

My parent in lake laukawar...

Concert

Concert At bawah langit atas bumi.

BEAUTIFUL

Beautiful girl....

JUSTIN BIEBER

Handsome boy.

Showing posts with label CERPEN. Show all posts
Showing posts with label CERPEN. Show all posts

Wednesday, May 22, 2013

Bidadari Tak Bersayap

‘Koridor itu, mempertemukan aku dengannya, sesosok bidadari cantik yang mungkin sengaja turun ke bumi’
Masih jelas ku ingat saat pertama kali kami bertemu. Di sebuah koridor gelap, dan masih sepi. Ia terduduk sendiri di bangku panjang dekat Ruang Guru. Dari arah gerbang, aku memperhatikannya. Oh ya, ternyata dia murid baru yang sudah sejak satu minggu yang lalu kabarnya santer terdengar.
Aku tetap melangkah dengan mata yang licin bergerak melirik kearahnya saat aku melintas dihadapan gadis itu. Namun sama sekali ia tak melihat kearahku. Ia terpaku pada sebuah kumpulan kertas dalam bentuk buku yang cukup tebal yang ia bawa, mungkin ia hobi membaca novel. Sampai ku lihat sesosok pria berkumis mengenakan jas hitam dan sepatu mengkilap mendatanginya. Ya, aku sengaja duduk di bangku dengan jarak kurang lebih 3 meter dari gadis itu.
Terlihat pria itu sedang menanyakan sesuatu. Aku mencoba sedikit menguping pembicaraan mereka. Tapi tak lama, gadis itu beranjak dari duduknya dan bergegas melangkah. Sedangkan (mungkin) ayahnya -pria berkumis tadi- meninggalkan koridor ini.
Hey! Ia melewatiku!
Cantik. Itu kesan pertama saat aku melihatnya. Beruntungnya aku bisa melihat tag name yang ia kenakan.
“Raisa Lesmana” eja ku lirih. Gadis itu berhenti sejenak, lalu menoleh ke arahku. Helaian rambut panjangnya terkibas pelan. Hhh.. Sungguh sempurna bak bidadari yang turun ke bumi, atau mungkin bidadari yang tersesat di bumi.
“ya?” ah, sial! Dia mendengar bisikanku. Sejenak aku sedikit mengumpat di dalam hati. Bagaimana aku harus menyikapinya?
“hah.. emm, Tidak. Kau murid baru ya?” Semoga saja aku tidak terlihat salah tingkah.
“iya, kebetulan sekali aku bertemu denganmu. Maaf sebelumnya, bisakah kau antar aku ke ruang kepala sekolah? Aku belum begitu paham tentang sekolah ini.” Mimpi apa aku semalam?! Hingga kini dimintai tolong oleh sesosok bidadari cantik seperti dia.
“ah, ya tentu saja. Mari aku antar”
“terimakasih. Omong-omong, siapa namamu?” sembari kami berjalan lamban, ia membuka obrolan di antara kami berdua. Tentu saja aku menyambut pembukaan itu dengan senang hati.
“aku Elang Stevanditya. Bisa kau panggil El atau Elang.”
Obrolan kami berlarut. Tak disangka kami begitu cepat akrab. Hanya dalam hitungan menit, kami sudah saling mengenal dasar sebagian dari kehidupan kami.

‘Kau begitu mempesonaku, mengindahkan segala kekuranganmu di mataku’
Tiga bulan sudah kami bersama, dari mulai saling mengenal – berteman – hingga menjadi sepasang sahabat yang sering di anggap ‘Teman Tapi Mesra’ oleh orang-orang yang melihat kedekatan kami berdua.
Tak jarang kami sering menghabiskan waktu bersama. Makan siang, jalan-jalan, menemani nya hunting novel, belajar bersama. Yaa, semua hal itu sering kami lakukan hampir di setiap hari. Di sekolah pun kami sering digosipkan menjalin hubungan special . Tapi, kami tak terlalu memerhatikan hal itu.
Aku sudah menganggapnya sebagai adikku sendiri, begitu pula dengannya yang sudah memandangku seperti kakaknya. Namun, di lubuk hati ku yang terdalam, aku mengharapkan lebih dari sekedar ini. Lebih dari apa yang kami punya selama ini.
“El, kau tahu, aku ingin sekali mencoba hal yang dinamakan berlarian; berkejar-kejaran?” Tanya Raisa saat kami singgah di sebuah taman bermain dekat dengan komplek rumah nya. Pertanyaannya ini membuat sepintas kebingungan melintas di pikiranku ‘memangnya dia tidak pernah bermain kejar-kejaran? Atau hanya untuk sekedar berlarian?’
“Hey! Aku sedang bertanya El.. Bisakah kau menjawab pertanyaanku, agar aku tak terlihat gila karna ternyata sedari tadi aku bicara sendiri? Huhh” lanjutnya, aku melihat ia sedikit memajukan bibir tipisnya. Kalau boleh jujur, dia tampak sangat lucu sekali apabila ekspresinya sedang kesal.
“Eh, maaf. Emm, kau ini aneh ya. Seperti tidak pernah merasakan berlari saja” aku hanya menunjukkan kesan yang bisa di bilang heran.
“Ya, aku memang tak pernah ditakdirkan untuk bebas berlari. Sekalipun berlari, itu hanya berlari kecil saja, bukan berkejar-kejaran seperti mereka” mata indahnya melirik anak-anak kecil yang sedari tadi bermain kejar-kejaran mengelilingi bangku taman di sebelah kami. Namun setelah itu, matanya terlihat berkaca.
“Kenapa kau ber-argumen seperti itu? Semua orang bebas untuk berlari. Bahkan jika mereka ingin berlari lalu terjun ke dalam jurang yang curam pun mereka bebas melakukannya. Tak ada larangan secara hukum.”
“Tapi tidak untukku. Aku ditakdirkan terlahir berbeda dengan kau, dengan mereka – anak-anak kecil itu -. Jantungku amatlah lemah, itulah sebabnya aku sama sekali tidak mengikuti hampir seluruh kegiatan ekstrakulikuler dan olahraga berat di sekolah. Aku tak boleh kelelahan, tak boleh terkena angin malam. Tapi aku ingin merasakan semua itu, semua yang pernah kau rasa, semua yang pernah mereka rasa, semua yang belum bahkan mungkin tidak akan pernah ku rasa.” Aku mengusap lembut airmatanya yang jatuh bebas ke tanah di akhir pembicaraannya
“Maaf, aku sama sekali tak bermaksud membuatmu seperti ini. Maafkan aku Raisa..” ia hanya mengangguk pelan. Aku mencoba mendekapnya. Aku tahu, ini yang ia butuhkan sekarang. Ku dengar suaranya yang terisak pelan dalam dekapanku.
“Apa kau menyesal telah terlahir seperti ini, Raisa?” lagi-lagi ia hanya mengandalkan sebuah anggukan sebagai jawaban atas pertanyaanku.
“Bagaimana jika kau ikut aku sekarang? Aku yakin, kau akan merasa senang datang ke tempat yang akan kita tuju.” Aku mencoba menghiburnya dengan mengajaknya pergi ke sebuah tempat yang sudah tiga minggu ini tidak aku kunjungi.
“Kemana?” Tanyanya. Suaranya terdengar sedikit serak.
“Akan aku beri tahu, asalkan kau mau tersenyum dulu sebelum kita pergi” dia terdiam sejenak.
“Ayo, mana senyumnya?” lanjutku. Tak berapa lama, ia tersenyum. Aku merasa puas sekali setelah melihatnya tersenyum seperti ini.
“Nah, jika kau tersenyum seperti itu, bidadari-bidadari di kahyangan pasti iri melihat manis senyummu.”
“Ah, kau ini El.. selalu saja berhasil menjebol pertahanan senyumku” dia memang begitu cantik. Dan dia selalu mampu membuatku terpesona.

Sesampainya disana, aku mengajak Raisa mengelilingi tempat tersebut.
“nah, ini tempatnya. Aku sering kesini sendiri, atau biasanya bersama Aldy dan Denas -sahabat-sahabatku yang lain-.”
“semacam panti asuhan ya?”
“iya, bisa di bilang seperti itu. Tapi hebatnya, disini bukan panti asuhan biasa. Kebanyakan dari mereka -anak-anak di panti ini- terlahir tidak sempurna.”
“seperti aku?” sepertinya kesedihannya mulai berkurang
“iya, bahkan ada yang lebih parah darimu. Tapi mereka punya semangat hidup yang sangat tinggi. Meskipun mereka tau, sakit yang mendera tubuh kecil mereka tak bisa disembuhkan.” Aku melirik ke arahnya, aku lihat dia tengah berpikir keras
“maka dari itu, aku mengajakmu kemari. Agar kamu tahu, hidup memang tidak pernah bisa sempurna seperti yang kita inginkan. Tapi kita harus selalu bisa membuat semua yang ada di hidup ini sempurna. Dengan rasa syukur dan berusaha. Hanya itu kuncinya.” Lanjutku.
“terimakasih El, hanya kamu yang bisa membuatku semangat menjalani hidup dan untuk selalu tersenyum” ia memelukku erat
Aku melepas pelukannya.
“Emm, sebaiknya, kita segera menemui ibu panti. Kurasa hari mulai gelap, aku takut angin malam mengusikmu nanti” ia hanya tersenyum. Aku menggandeng tangan kanannya. Lalu membawanya bersamaku menuju ke ruang pemilik panti ini.
‘Raisa, seandainya kamu tahu, ada tidaknya penyakit di tubuhmu itu, tak akan pernah bisa menghilangkan barang sejengkal pun kesempurnaanmu di mataku’

‘Seandainya kau bisa mengerti akan rasaku padamu..’
“selamat pagi Nona Raisa…” itu hanya satu dari sekian kata yang sering kuucapkan padanya saat memasuki kelas. Ia tersenyum, tapi tak terlihat seperti biasanya. Ada apa dengan dia? Sakit kah?
“kau sakit ya? Tak terlihat seperti biasanya” aku segera menghampirinya, lalu dengan cepat tanganku mendarat di dahinya.
“badanmu tidak panas, tapi..” ia menyingkirkan tanganku dari dahinya.
“karena aku memang tidak sedang sakit Elaaang. Aku biasa-biasa saja kok” ucapnya meyakinkan ku. Tapi tetap saja aku tak bisa ia bohongi dengan mudahnya.
“jika ada masalah, aku mau mendengarkan keluhanmu. Walaupun belum tentu aku bisa membantumu mencari jalan keluar, setidaknya aku bisa menjadi pendengar setia bagimu.” Aku duduk di sampingnya. Berharap ia mau menceritakan sesuatu.
“Mike, dia mengutarakan perasaannya padaku semalam. Ia datang kerumahku, dan langsung meminta izin untuk menjagaku pada ayahku. Tentu saja ayahku setuju, bahkan oma pun ikut setuju.”
JDERRR!!!
‘Mike? Anak tengil itu? Mengutarakan perasaannya pada Raisa? Semalam? Ayah dan oma Raisa setuju?’ rentetan pertanyaan itu secara tiba-tiba muncul di otakku. Aku tengah berpikir, mataku terpejam sejenak, berharap saat ku buka kembali, ini semua hanyalah sebuah mimpi buruk yang tak akan pernah jadi kenyataan. Tapi..
“Elang? Kau masih jadi pendengar setiaku seperti ucapanmu barusan kan?” ia menepuk pundak kanan ku. Lalu terhitung 1, 2, 3..
Ku buka perlahan mataku, dan sial! Ini semua memang kenyataan!
“ah, ya tentu saja. Lalu kau menerimanya?”
‘semoga tidak.. semoga tidak.. semoga tidak..’ diam-diam aku menjerit di dalam hati. Semoga saja Raisa tidak menerima anak tengil itu sebagai penghuni hatinya. Mau jadi apa dia kalau punya kekasih seperti Mike yang tengil, sombong, bahkan banyak anak di sekolah ini yang tak suka pada sifatnya. Bisa-bisa Raisa terkena stroke dadakan!
“belum. Aku belum menjawabnya. Aku bimbang El. Jika aku menolaknya, aku tahu ayah dan oma pasti akan merasa kecewa padaku. Tapi jika aku menerimanya, aku tak suka padanya, aku tak sedikitpun bisa merasakan sayang yang tulus dari dirinya” mukanya ia tekuk dalam-dalam. Yap! Setidaknya peluang untuk Mike di tolak Raisa ada.
“bagaimana menurutmu El?” ia memalingkan wajahnya ke arahku.
“menurutku… mungkin kau harus ikuti kata hati dan pikiranmu”
“Elang Stevanditya, kata hati dan pikiran itu, keduanya tak selalu sejalan. Ada kalanya mereka bertentangan. Seperti aku sekarang” mimik wajahnya memang terlihat bingung. Aku jadi kasihan padanya.
“kau kan bisa menjelaskan sikap Mike di sekolah pada ayah dan oma mu. Mungkin dengan begitu, ayah dan oma mu akan mengerti perasaanmu.”
“itu jika mereka bisa percaya. Jika tidak? Apa aku harus memaksa mereka supaya mempercayai kata-kata ku?”
“ya tidak begitu maksudku” aku mencoba berpikir keras, bagaimana caranya agar Raisa tak bersatu dengan anak tengil itu. Sungguh demi apapun aku tak rela. Sekalipun aku jatuh cinta padanya, aku tak rela melepaskannya pada lelaki semacam Mike. Sangat tidak rela!
“apa aku harus menerimanya? Tak mungkin juga jika aku harus menentang ucapan ayah. Itu akan membuat beliau kecewa. Huhh, mungkin ini memang sudah menjadi bagian dari takdirku. Harus menjalani sebuah hubungan yang sama sekali tak pernah ku harapkan. Bahkan untuk sekedar membayangkannya pun aku tak mau.”
Ya Tuhan..
Apa yang kurang dari ku Raisa? Apa? Katakanlah!!
Apa sikapku padamu selama ini sama sekali tak kau tangkap sebagai sebuah sinyal cinta, Raisa? Aku harus bersikap bagaimana agar kau tahu perasaan ini? Agar kau merasakan apa yang selama ini aku rasa, Raisa?

‘Mungkin sudah takdirnya kita tak bersama, tapi jangan tinggalkan aku..’
Hampir 5 bulan sudah hubungan mereka terjalin. Meskipun aku tahu, bagaimana rasanya menjadi Raisa yang harus berpura-pura mencintai Mike. Tapi aku tak berhak angkat bicara masalah apapun pada mereka.
“jujur aku lelah. Aku sudah lelah El, menjalani semua kebohongan ini” ia menyandarkan kepalanya ke pundakku. Ia sedang sakit, (mungkin) hanya sakit biasa. Karena jika aku tanya tentang sakitnya kali ini, ia hanya tersenyum sembari menjawab ‘aku baik-baik saja, percayalah’
“mengapa kau tak mengakhiri semuanya saja? Toh, kau lah pemegang kuncinya” aku berbicara sangat hati-hati. Takut-takut ia tersinggung atau kecewa atas perakataanku tadi
“ya, memang aku akan mengakhiri semua ini. Aku sudah terlampau lelah El..” ia mengangkat kepalanya dari pundakku, lalu menoleh ke arahku yang sedikit bingung, kaget, tak percaya, dan cukup senang ku akui.
“tapi apa alasan yang akan kau berikan pada ayahmu nanti Sa?”
“aku akan menjadikan kepindahanku ke Singapore sebagai alasannya. Aku yakin, ayah kali ini mau mengerti aku” ia nampak tersenyum, mungkin tengah membayangkan kebebasannya nanti.
Tapi tunggu! Kepindahan? Singapore?
“maksudmu, kau akan pindah ke Singapore?” aku berbalik menatap wajahnya, hanya bisa berharap semua ini hanya omong kosong dari salah satu kejahilannya. Terkecuali niatnya mengakhiri hubungannya dengan Mike.
“iya El, maaf ya aku baru mengabarimu sekarang. Aku akan pindah Senin lusa. Menunggu ayah selesai mengurus surat kepindahanku.”
“tapi Sa..”
“aku akan menjalani serangkaian operasi disana. Menurut dokter Fransisca -dokter yang menangani Raisa sejak Raisa kecil- dengan menjalani operasi ini, jika berhasil aku bisa bertahan dengan jantung yang sudah cukup kuat. Bahkan beliau berkata, jika ini berhasil, aku boleh merasakan yang dinamakan berkejar-kejaran” ia tersenyum bahagia menjelaskannya.
Di satu sisi aku merasa senang, tapi di sisi lain, aku merasa kehilangan. Bagaimana nanti aku melewati hari-hariku tanpa sosoknya?
Ssfff..
Aku menarik nafas panjang untuk melontarkan kata-kata ini. Teramat berat bagiku untuk mengatakannya.
“aku.. aku.. aku turut bahagia atas kabar ini.” Huuufff, lega sekali rasanya bisa mengeluarkan gumpalan kata-kata sok tegar itu di hadapan Raisa.
“berapa lama kau akan menetap di sana?”
‘tentu saja lama. Pertanyaan bodoh!’ aku mengumpat diriku sendiri dalam hati
“cukup lama. Dokter Fransisca berkata semua ini butuh proses. Dan beliau memperkirakan aku harus menetap di sana setidaknya 4 – 5 tahun. Waktu yang cukup lama bukan?”
hah?! Yang benar saja? 4 – 5 tahun? Itu tandanya aku harus menunggunya selama itu? Err, belum sampai waktunya, sudah habis aku ditumbuhi lumut.
“jelas itu sangat lama, bukan hanya cukup lama Raisa.. 4 atau 5 tahun itu waktu yang sangatlah panjang.”
“hihi, kau kenapa? Tenang saja, aku pasti akan merindukanmu saat aku sudah di sana.” Di saat seperti ini, masih saja ia sanggup untuk terkikik
“bukan itu, tapi… Ahh” aku memeluknya erat. sedangkan ia masih saja terkikik. Dasar Raisa…!
“aku akan merindukanmu, bahkan sangat. Sayang, jarak antara Bandung dan Singapore tak bisa di tempuh hanya menggunakan sepeda motor saja. Jika bisa, aku pasti akan selalu mengunjungimu Sa. Membawakanmu bunga mawar putih kesukaanmu setiap pagi, membawakan makanan favoritmu, mem..” belum selesai aku bicara, ia sudah memotongnya.
“iya, iya.. aku mengerti, kau pasti akan sangat merindukanku, karena pada dasarnya aku memang ‘ngangenin’. haha” pelukanku kian mengerat.
Raisa, kenapa kau harus pergi? Tak sadarkah kau, di sini ada hati yang akan merasa sepi?

‘Tak berakhir sia-sia lama penantianku..’
“selamat datang putri Raisa..” ucapku menyambut kedatangan Raisa di rumahnya, bersama oma tentunya. Oma menunggu di dalam rumah, sedangkan ayah Raisa segera membawa barang bawaan mereka ke dalam
“Elang?! Kau.. ahh! Aku merindukanmu!” ia berlari lalu dengan segera memelukku erat. aku membalas pelukannya. Kemudian melepasnya
“kau terlihat lebih cantik Sa..” aku tak dapat menyembunyikan ke kagumanku pada Raisa kini. Tak banyak yang berubah memang dari dirinya. Namun tetap saja terlihat berbeda.
“kau berbeda sekarang ya! Ku rasa kau lebih tampan apabila rambutmu kau biarkan sedikit gondrong seperti itu” aku mencubit tanganku. Aww! Sakit! Ini bukan mimpi? Raisa berkata aku tampan? Huaaa, mimpi apa aku tadi malam.
“oh ya? Kau bisa saja. Bagaimana keadaanmu sekarang?”
“jauh dari kata kurang baik.” Ia tersenyum senang
“maksudmu, kau sudah sembuh?”
“tidak juga, tapi bisa dikatakan seperti itu, hampir.”
“syukurlah..”
Obrolan kami berlanjut, sembari kami melangkah pelan memasuki rumah Raisa untuk menemui omanya.
Di taman belakang rumah Raisa…
Setelah kami berdua mendapat izin untuk mengobrol di taman kecil di belakang rumah Raisa yang cukup luas ini, kami duduk di sebuah kursi panjang yang di sampingnya terdapat sebuah ayunan.
Aku sudah merencanakan ini sebelumnya, bahkan jauh-jauh hari sebelum Raisa pulang.
“Emm, Sa, aku ingin berbicara sesuatu padamu..” aku tahu bagaimana mimik wajahku sekarang. Terlihat kikuk pasti.
“tentang apa El?” ia menoleh ke arahku yang duduk di samping kanannya. Aku menghadap ke arahnya, menyodorkan se-bouqet bunga mawar putih kesukaannya.
“Raisa, aku tahu, cara ini sama sekali tak romantis. Tidak seperti yang ada pada novel-novel cinta yang pernah kau baca. Tapi, aku hanya ingin mengungkapkan sebuah kejujuran. Bahwa aku begitu menyayangimu, lebih dari sekedar sahabat. Lebih dari sayang seorang kakak kepada adiknya…” aku memotong ucapanku. Menarik nafas dalam-dalam.
“Raisa, would you be my girl?” huff.. semoga saja keringat hasil salting ku tak menetes. Memalukan jika sampai terjadi. Seperti tak pernah melakukan sebelumnya.
“Elang…”
“aku tahu aku sama sekali tak masuk dalam kriteria lelaki idamanmu, tapi aku hanya butuh sebuah jawaban Raisa… untuk itu, aku minta kau…” belum sempat aku menyelesaikan ucapanku, Raisa sudah memotongnya
“sssttt..” ia meletakkan telunjuknya di bibirku. Membuatku berhenti bicara.
“aku juga menyayangimu Kak Elang..” aku sempat merasakan sesak yang cukup membuat dadaku sakit saat mendengar ia memanggilku dengan sebutan ‘Kak’
“aku menyayangimu, sebagai kakakku.. tapi juga lebih dari itu” ia tersenyum, lalu melepaskan telunjuknya yang tadi menempel di bibirku. Aku tersentak.
“apa itu artinya, kau…?”
“yes, I would!” jawabnya pasti. Refleks aku memeluknya sangat erat. ahh, Raisa.. jika Tuhan menciptakan Juliet untuk menjadi ratu di hati Romeo, lalu Tuhan menciptakan pula Nawang Wulan sebagai bidadari untuk Jaka Tarub, maka aku yakin, Tuhan juga menciptakanmu untuk menjadi sesosok bidadari penghuni hatiku. Bidadari yang tak bersayap…

LAKE TOBA

Asal Mula Danau Toba - Sumatra Utara

Pada zaman dahulu adalah seorang petani bernama Toba yang menyendiri di sebuah lembah yang landai dan subur. Petani itu mengerjakan sawah dan ladang untuk keperluan hidupnya.

Selain mengerjakan ladangnya, kadang-kadang lelaki itu pergi memancing ke sungai yang berada tak jauh dari rumahnya. Setiap kali dia memancing, mudah saja ikan didapatnya karena di sungai yang jernih itu memang banyak sekali ikan. Ikan hasil pancingannya dia masak untuk dimakan.

Pada suatu sore, setelah pulang dari ladang lelaki itu langsung pergi ke sungai untuk memancing. Tetapi sudah cukup lama ia memancing tak seekor iakan pun didapatnya. Kejadian yang seperti itu,tidak pernah dialami sebelumnya. Sebab biasanya ikan di sungai itu mudah saja dia pancing. Karena sudah terlalu lama tak ada yang memakan umpan pancingnya, dia jadi kesal dan memutuskan untuk berhenti saja memancing. Tetapi ketika dia hendak menarik pancingnya, tiba-tiba pancing itu disambar ikan yang langsung menarik pancing itu jauh ketengah sungai. Hatinya yang tadi sudah kesal berubah menjadi gembira, Karena dia tahu bahwa ikan yang menyambar pancingnya itu adalah ikan yang besar. Setelah beberapa lama dia biarkan pancingnya ditarik ke sana kemari, barulah pancing itu disentakkannya, dan tampaklah seekor ikan besar tergantung dan menggelepar-gelepar di ujung tali pancingnya. Dengan cepat ikan itu ditariknya ke darat supaya tidak lepas. Sambil tersenyum gembira mata pancingnya dia lepas dari mulut ikan itu. Pada saat dia sedang melepaskan mata pancing itu, ikan tersebut memandangnya dengan penuh arti. Kemudian, setelah ikan itu diletakkannya ke satu tempat dia pun masuk ke dalam sungai untuk mandi. Perasaannya gembira sekali karena belum pernah dia mendapat ikan sebesar itu. Dia tersenyum sambil membayangkan betapa enaknya nanti daging ikan itu kalau sudah dipanggang. Ketika meninggalkan sungai untuk pulang kerumahnya hari sudah mulai senja. Setibanya di rumah, lelaki itu langsung membawa ikan besar hasil pancingannya itu ke dapur. Ketika dia hendak menyalakan api untuk memanggang ikan itu, ternyata kayu bakar di dapur rumahnya sudah habis. Dia segera keluar untuk mengambil kayu bakar dari bawah kolong rumahnya. Kemudian, sambil membawa beberapa potong kayu bakar dia naik kembali ke atas rumah dan langsung menuju dapur.

Pada saat lelaki itu tiba di dapur, dia terkejut sekali karena ikan besar itu sudah tidak ada lagi. Tetapi di tempat ikan itu tadi diletakkan tampak terhampar beberapa keping uang emas. Karena terkejut dan heran mengalami keadaan yang aneh itu, dia meninggalkan dapur dan masuk kekamar.

Ketika lelaki itu membuka pintu kamar, tiba-tiba darahnya tersirap karena didalam kamar itu berdiri seorang perempuan dengan rambut yang panjang terurai. Perempuan itu sedang menyisir rambutnya sambil berdiri menghadap cermin yang tergantung pada dinding kamar. Sesaat kemudian perempuan itu tiba-tiba membalikkan badannya dan memandang lelaki itu yang tegak kebingungan di mulut pintu kamar. Lelaki itu menjadi sangat terpesona karena wajah perempuan yang berdiri dihadapannya luar biasa cantiknya. Dia belum pernah melihat wanita secantik itu meskipun dahulu dia sudah jauh mengembara ke berbagai negeri.

Karena hari sudah malam, perempuan itu minta agar lampu dinyalakan. Setelah lelaki itu menyalakan lampu, dia diajak perempuan itu menemaninya kedapur karena dia hendak memasak nasi untuk mereka. Sambil menunggu nasi masak, diceritakan oleh perempuan itu bahwa dia adalah penjelmaan dari ikan besar yang tadi didapat lelaki itu ketika memancing di sungai. Kemudian dijelaskannya pula bahwa beberapa keping uang emas yang terletak di dapur itu adalah penjelmaan sisiknya. Setelah beberapa minggu perempuan itu menyatakan bersedia menerima lamarannya dengan syarat lelaki itu harus bersumpah bahwa seumur hidupnya dia tidak akan pernah mengungkit asal usul istrinya myang menjelma dari ikan. Setelah lelaki itu bersumpah demikian, kawinlah mereka.

Setahun kemudian, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki yang mereka beri nama Samosir. Anak itu sngat dimanjakan ibunya yang mengakibatkan anak itu bertabiat kurang baik dan pemalas.

Setelah cukup besar, anak itu disuruh ibunya mengantar nasi setiap hari untuk ayahnya yang bekerja di ladang. Namun, sering dia menolak mengerjakan tugas itu sehingga terpaksa ibunya yanng mengantarkan nasi ke ladang.

Suatu hari, anak itu disuruh ibunya lagi mengantarkan nasi ke ladang untuk ayahnya. Mulanya dia menolak. Akan tetapi, karena terus dipaksa ibunya, dengan kesl pergilah ia mengantarkan nasi itu. Di tengah jalan, sebagian besar nasi dan lauk pauknya dia makan. Setibanya diladang, sisa nasi itu yang hanya tinggal sedikit dia berikan kepada ayahnya. Saat menerimanya, si ayah sudah merasa sangat lapar karena nasinya terlambat sekali diantarkan. Oleh karena itu, maka si ayah jadi sangat marah ketika melihat nasi yang diberikan kepadanya adalah sisa-sisa. Amarahnya makin bertambah ketika anaknya mengaku bahwa dia yang memakan sebagian besar dari nasinya itu. Kesabaran si ayah jadi hilang dan dia pukul anaknya sambil mengatakan: “Anak kurang ajar. Tidak tahu diuntung. Betul-betul kau anak keturunan perempuan yang berasal dari ikan!

Sambil menangis, anak itu berlari pulang menemui ibunya di rumah. Kepada ibunya dia mengadukan bahwa dia dipukuli ayahnya. Semua kata-kata cercaan yang diucapkan ayahnya kepadanya di ceritakan pula. Mendengar cerita anaknya itu, si ibu sedih sekali, terutama karena suaminya sudah melanggar sumpahnya dengan kata-kata cercaan yang dia ucapkan kepada anaknya itu. Si ibu menyuruh anaknya agar segera pergi mendaki bukit yang terletak tidak begitu jauh dari rumah mereka dan memanjat pohon kayu tertinggi yang terdapat di puncak bukit itu. Tanpa bertanya lagi, si anak segera melakukan perintah ibunya itu. Dia berlari-lari menuju ke bukit tersebut dan mendakinya.

Ketika tampak oleh sang ibu anaknya sudah hampir sampai ke puncak pohon kayu yang dipanjatnya di atas bukit , dia pun berlari menuju sungai yang tidak begitu jauh letaknya dari rumah mereka itu. Ketika dia tiba di tepi sungai itu kilat menyambar disertai bunyi guruh yang megelegar. Sesaat kemudian dia melompat ke dalam sungai dan tiba-tiba berubah menjadi seekor ikan besar. Pada saat yang sama, sungai itu pun banjir besar dan turun pula hujan yang sangat lebat. Beberapa waktu kemudian, air sungai itu sudah meluap kemana-mana dan tergenanglah lembah tempat sungai itu mengalir. Pak Toba tak bisa menyelamatkan dirinya, ia mati tenggelam oleh genangan air. Lama-kelamaan, genangan air itu semakin luas dan berubah menjadi danau yang sangat besar yang di kemudian hari dinamakan orang Danau Toba. Sedang Pulau kecil di tengah-tengahnya diberi nama Pulau Samosir.
 

2 hari yang berarti



Sore itu aku duduk2 di teras belakang rumah.sambil liatin ikan hias piaraan papa di kolam kecil samping teras.aku masih memikirkan kata2 Vicka teman baikku di sekolah “mau sampai kapan kamu menjalin hubungan terlarang kamu sama Dicky,inget grace kamu udah di jodohin sama Winston!”.”vick..aku itu masih 18 tahun pernikahan ku sama winston itu toh masih nanti kalo aku lulus kuliah.masih 5 tahunan lagi.aku cinta sama Dicky vick.aku gag cinta sama Winston.”..”bukannya aku maksa kamu say..tapi kasian dicky nantinya.kamu bisa lihat kan betapa dicky cinta sama kamu…gimana nanti kalo saat dicky semakin mencintai kamu,kamu malah menikah dengan orang lain.pikirin perasaannya dicky”. 

hhuuhh…..Aku menghela napas panjang.rumit nya kisah cintaku…aku hanya ingin bahagia dengan orang yang aku cintai kenapa sesulit ini.bulan depan aku sudah lulus dari SMA itu artinya aku akan ninggalin indonesia.karena mama dan papa ingin aku kuliah di singapore.di kampus yang sama dengan Wins..anak temen papa sekaligus temen kecil aku.orang tuaku dan Wins udah sepakat menjodohkan kami nantinya.awalnya aku setuju2 aja.tapi semenjak aku mengenal dicky semua berubah….. 


“Grace!! Ada telfon dari Wins”teriak mama dari dalam yang memecahkan semua lamunanku tentang dicky
“iya ma.. bentar”
“Halo Grace!”terdengar suara Wins dari seberang sana
“Hai Wins…tumben telfon aku”
“Tumben???bukannya emang 2hari sekali aku telfon kamu yaa??”
“oh eh I iya Wins..lupa..”jawabku gugup
“Lupa??kamu kenapa sih hun?ada masalah ya kok gak konsen gitu.apa aku ganggu kamu nih”
“oh…gak kok wins sory sory….lagi banyak pikiran nih biasa deg deg an nunggu pengumuman kelulusan”
“oh.kamu pasti lulus kok sayang percaya deh sama aku…”
“Wins sory nih aku ngantuk banget telfonnya besok lagi aja ya…muach ” 

Aku langsung menutup telfon wins,jujur aku merasa sangat bersalah pada wins.dia selalu baik sama aku.tapi aku malah kaya gini.aku menuju ke kamarku,aku rebahkan tubuh aku.aku mulai memejamkan mataku.setelah itu aku hanyut dalam khayalan ku tentang Dicky
Esoknya aku menemui Dicky aku ceritakan semua padanya.mulai dari perjodohan ku dengan wins dan tentang rencana papa yang mau nguliahin aku ke luar negri.aku kira dicky akan marah mendengar pernyataan aku,tapi dia malah memeluk aku, 


“aku gak peduli kamu mau menikah dengan siapa nantinya.yang pasti aku bahagia banget bisa merasakan cinta dari kamu.”aduhhh kenapa dicky malah bicara kayak gitu aku malah semakin merasa bersalah padanya
“kamu kenapa gak marah aja sih dik,aku malah jadi makin sedih denger kamu ngomong kaya gitu”
“ada suatu hal yang bikin aku gag sedih kamu punya wins,jadi aku bisa tenang sekarang karena ada yang mencintai kamu dan lebih bisa membahagiakanmu nantinya sayang.karena aku gak mungkin selamanya di samping kamu” 


“sayang…kamu ngomong apa sih??”jujur aku merasa ada yang mengganjal dari kata2 diky tadi.merasa sedih gak karuan.perasaan apa ini
“oiya sayang kamu tinggal 1 bulan kan disini.mending kita susun rencana2 aja yank.pokoknya 1 bulan ini harus kita isi dengan kenangan2 indah yang tak terlupakan.biar gak ada yang menyesal nantinya.okey?”
aku menganggukkan kepalaku,Diky tersenyum padaku,senyum yang aku rasa aneh..
1 bulan terakhirku di indonesia aku lewati berdua dengan dicky.jalan2 ke mall,piknik ke pantai,puncak,hampir semua tempat wisata di kota kami kunjungi.bahagia banget.aku semakin sayang pada dicky.dan semakin gak sanggup meninggalkan dia nantinya.Hari terakhir kami lewati di pantai.Sebuah pantai berpasir putih di tengah desa yang tidak banyak orang yang tahu. 


“sayang”kata dicky…”apa sayy…”jawabku .”apa pesan dan kesan kamu selama 1 bulan ini full sama aku??”
“ya ampunn kaya pelajaran bahasa aja deh kamu pake pesan dan kesan segala”
“hahaha….iya donk mau rekam nih sayang.aku udah bawa alat perekamnya nih”
“ihh ya ampun segitunya…ehmm apa ya…bingung sayang”
“ungkapin apa yang ada di hati kamu.ungkapin semua yang kamu pikirkan tentang aku.siap yaaa”
aku mulai mengungkapkan perasaanku 


“Dicky sayang…makasih banget buat 1 bulan yang indah ini ya.aku gak akan pernah melupakan kenangan kita ini.aku…sangat sangat mencintai kamu.lebih dari apapun dik.maafin aku gak bisa kasih cinta yang sempurna buat kamu.tapi jujur aku sangat ingin hidup berdua dengan kamu selamanya.maafin aku….”selesai aku bicara aku melihat mata dicky menahan air matanya.ya…Tuhan hancur banget rasanya liat dia nangis kaya gitu.aku merasa jadi orang paling jahat sekarang.aku memeluk dicky erat.dicky pun membalas pelukan aku. 


“Grace..kamu jaga diri baik2 ya…kamu harus bahagia.dengan atau tanpa aku sayang.meskipun aku gak ada di samping kamu.tapi aku selalu ada di hati kamu sampai kapanpun”kata2 dicky di ucapkan dengan sangat lembut bahkan nyaris tidak terdengar.tapi hati aku bisa merasakan kepedihan yang sangat dalam di hati dicky.
Besoknya adalah pesta perpisahan di sekolahku.tapi dari tadi aku gak lihat sosok dicky.perasaan kawatir pun muncul di hati aku.aku coba menghubungi ponselnya tapi gak aktif.aku telfon rumahnya pembantunya bilang dicky udah berangkat dari sejam yang lalu.astaga dia kemana.kenapa saat terakhir aku disini kamu malah gak ada dik.kamu dimana??sampai acara selesai dicky gak juga muncul di sekolah.aku berjalan pelan di koridor sekolahku.terbayang masa2 aku dengan dicky.tawa,canda,dan bahkan tangis menghiasi cinta terlarang kami.sayang kamu dimana…aku pengen meluk kamu untuk terakhir kalinya…..sampai di gerbang mama dan papa udah nunggu aku,aku harus berangkat ke singapore hari ini juga.aku menuju ke mobil sambil sesekali menoleh ke belakang berharap dicky datang menghampiri aku.tapi gak ada.aku masuk ke mobil.tapi pandangan ku tetap ke arah belakang.perlahan mobil aku mulai berjalan.belum lama mobil kami berjalan seperti ada yang memanggilku.”Dicky”seruruku 


“kamu kenapa grace..dicky siapa??”
“aku denger ada yang manggil aku mah”lalu aku menoleh ke belakang tapi gag ada siapa2 di sana.tapi hati aku yakin ada yang memanggilku dan itu suara dicky.aku gak mungkin salah.”gak ada siapa2 sayang”kata papa
Aku udah pasrah….mungkin Tuhan belum ijinkan aku bertemu dengan dicky…tapi aku berjanji pada diriku sendiri aku pasti kembali ke sini. 



***

2 tahun kemudian……..
aku mengambil cuti kuliah 1 bulan.dan memutuskan untuk pulang ke indonesia.aku kangen sama mama papa.dan yang pasti aku sangat merindukan dicky.seperti apa dia sekarang….senyumku mengembang membayangkan Wajah Dicky.gak sabar pengen langsung menemuinya.siang itu juga aku pamit sama mama mau pergi ke rumah vicka.sesampai di rumah vicka dia menyambut aku dengan kebawelannya yang khas.
“Gracee!!! Ya ampun kangen banget, kapan sampe sini kok gak kabar2 aku sihh..jahat banget,masuk dulu yuk” 


“iya iya tapi abis ini anterin aku ke tempat dicky yaa..”
Vicka terlihat kaget mendengar ucapan aku.perasaan ku mendadak gak enak.
“kenapa vick??kok kayaknya kamu kaget banget??”
“kita ceritanya di dalem aja yaaa”
sesampainya di dalem vicka suruh aku duduk di kamarnya.vicka kelihatan sangat serius.mau gak mau aku jadi semakin gak tenang 


“kenapa vik?ada apa sebenernya.dicky gak apa2 kan dia baik2 aja kan”
“Grace….maafin aku gak crita soal ini ke kamu.plis janji jangan marah”
“iya aku janji…”
Vicka mulai bercerita
“2 tahun yang lalu saat pesta perpisahan dicky gag bisa dateng ke pesta karena dia mau beliin kamu bunga tapi sayangnya dia malah kejebak macet..hapenya mati dan gak bisa hubungin kamu.saat kamu pulang selang beberapa menit aja dicky dateng dia lari ngejar mobil kamu.tapi mobil kamu terlanjur jauh.dicky teriakin nama kamu sekencang mungkin bahkan banyak yang lihat kejadian itu.lalu ada beberapa tukang ojek yang mangkal di depan sekolah.dicky minjem salah satu motor milik tukang ojek di situ buat ngejar kamu..tapii….”kata2 vicka terhenti.prsaan aku sangat gag karuan saat itu.”tapi apa vik?” 


“tapi naas dicky di tabrak truk dari arah samping grace…..”
“trus dicky gimana dia gak kenapa2 kan vik dia baik2 aja kan?”
“setelah kejadian itu dicky masih bisa bernafas grace.orang2 disitu bawa dia ke RS termasuk aku.aku nungguin dia sampai sadar.ayah dan ibunya gak ada yang dateng.sekitar 1 jam kemudian dokter keluar.dokter bilang dicky ingin ketemu aku”aku masuk ke kamar UGD.aku lihat nafas dicky udah tersengal2 grace.dia nitip tape recorder ini buat kamu.dia bilang aku harus jaga kamu.karena dia udah gak bisa lagi jaga kamu.setelah dia mengatakan hal itu.Nafasnya berhenti grace..Dicky udah gak ada.dia udah tenang di sana sayang….” 


Aku terdiam…tubuh aku jadi sangat lemas mendengar cerita vika.
“grace jangan diem aja kalo mau nangis, nangis aja gak apa2”
“DICKY!!!!!!!!!!kenapa secepat ini vick…aku belum bisa ngebahagiain diaa”aku nangis sejadi2nya.menyesal,dan kecewa kenapa di saat terakhir dicky aku gak ada di sampingnya….andai saja waktu itu aku bisa menunggunya sebentar saja pasti gak akan kayak gini jadinya.andai saja waktu aku mendengar suaranya aku mau berhenti! 


Aku menerima rekaman pemberian dicky dari vika.setelah itu vika mengantarkan aku pulang.
aku masuk ke kamarku.aku rebahkan tubuhku.aku ambil rekaman dari dicky.aku putar perlahan….ternyata itu adalah rekaman suaraku waktu di pantai di hari terakhir aku bertemu dengannya.aku dengarkan sampai selesai.saat kata2ku di dalam rekaman itu selesai aku meletakkan nya di dada ku.tapi ternyata masih ada suara lagi.ternyata dicky menambahkan isi rekaman itu denagn kata2nya. 


Dicky::Grace sayang….mungkin memang kisah cinta kita gak sesempurna yang kita inginkan.tapi kamu adalah yang tersempurna yang pernah aku miliki.aku mencintai kamu melebihi diriku sendiri.suatu saat nanti kalau kita ketemu mungkin kamu udah mengendong anak kamu dengan winston yang manis2.dan aku akan memandang kamu dari jauh sayang.aku ikut tersenyum untuk kebahagiannmu.I love You My Princess… 


Ya..Tuhan..penyeslan yang teramat dalam aku rasakan sekarang…..
Dicky…aku janji aku akan bahagia buat kamu.tenang di sisiNya ya sayang…..I love You My Soumate…..
3 tahun kemudian aku akhirnya menikah dengan Winston.kami di karuniai 2 anak….dan memutuskan untuk menetap di singapore.tapi dicky…selamanya kenangan akan dia tidak akan pernah hilang……
Love U Dicky….

Kisah Cinta Ku

Hari ini adalah hari anniversay ku dengan pacar ku. Namanya doni, yah dia orang yang selama 4 tahun ini telah mengisi hatiku dgan kegembiraan Doni itu cwok yang baik,pengertian,humoris, pokoknya smua sifat baik ada ddalam dirinya, kalo aku bilang dya adlah tipe cwok idaman
aku adlah Nina, aku kuliah di salah satu universitas negeri di kota ku , sedangkan doni kuliah di yogyakarta, kami bertemu hanya 2 kali dlam seminggu. Menurut ku itu tak apa, soalnya klo ktmu stiap hari pasti ada rasa bosan.
*****
Dikamar ku di pagi yang sejuk.
"sayang happy anniv yah buat hubungan kita yang 4 tahun, smoga kita makin langgeng, dan romantic." ucap doni di telfon , yah dia menelfon ku pagi ini. jarang loh ada cwok yg ngucapin anniv cwok duluan, dlam hati aku beruntung memilikinya .
"hehe iyah sayangg happy anniv jga but hubungan kita yang 4 thun , kamu kapan yang ke jakarta? aku udah kangen, dan aku udah nyiapin kado anniv kita " kataku memberi thu dya, aku memang selalu memberi kado kado kecil untuknya.
"sma sayang aku juga udah nyiapain kado but kamu, tenang yang aku ke jakarta kemungkinan hari ini sayang" disitu aku sangat senang sekali krna dya akan dtang mengunjungiku di jakarta.
"bener yang, yaudah kamu berangkat dri jogya jam berapa? Nanti biar aku jemput yang"
"ini aku mau mandi sayang, klo udh beres aku lngsung berangkat" ucapnya membalas pertanyaan ku.
"yaudah klo gtu yangg, klo udah berangkat+nyampe bandara telfon/bbm yah sayang "
"iyah sayang okeh, udah ya yang mau mandi, iloveyou" ucapnya terburu buru.
"iyah sayang, loveyou too" balasku.
*****
Entah mengapa hati ku tibatiba tidak tenang , ada rasa gelisah yang tbtb menyelimuti ku, ya tuhan semoga tdak terjadi apa apa pda diriku, keluarga ku, dan pda kekasih ku ;(.
*****
PING PING PING
suara bbm ku berbunyi, dan itu bbm dri doni, aku read dn dya bru saja akan terbang. Aku pun mandi dan siapsiap untk pergi ke bandara menjemput dya. Sampai di bandara aku menunggu di salah satu restoran yang ada disitu, dan sembari memesan makanan. Satu jam sudah lewat dan pesawat yang doni tumpangi pun akhirnya mendarat, aku melihat nya dari kejauhan, doni dgan terburu buru membawa kopernya dn berjalan ke arah ku.
"sayanggg apa kabar, ? Gmna enak perjalnan nya ? " ucap ku yang kala itu langsung memeluknya, rasanya aku tdak ingin melepaskan pelukannya, aku ingin slama nya seperti ini, aku tdak peduli dengan tatapan aneh dri orang sekeliling kami, aku mempererat pelukanku berasa aku akan kehilangan dia, tapi pikiran itu aku singkirkan.
"sayangg udah ah malu tuh di liatin orang orang lagian sakit tau tdi di peluk nya kenceng bget sma kamu " dya pun protes, dan aku melepaskan pelukan ku, dn beralih melihat ke wajahnya yang mulai manja dengan ku. Aku tersenyum dlam hati.
"yaudah yuk pulang, kmu apa aku yang bawa mobil yang?" aku bertannya pada nya.
"kamu ajah ya yang, badanku sakit grgr kelamaan duduk di pesawat" ucap nya lanjut.
"yaudah yuk" aku pun membantu nya untk membawa koper nya.
******
Dimobil, di perjalanan pulang aku bercanda canda dengan nya.
"yang nanti dinner bareng yah, aku bakal siapin masakan kesukaan kmu" ucapku smbil menyetir.
"hehe iyah sayangg, tapi enak gak tuh masakannya , gak asin kaya kemaren kemaren kan ?" dya berkata smbil meledek ku.
"ihhh jahattt " aku pun cemberut dan tbtb aku tersadar klo aku udah janji mau telfon mama klo mobilnya aku pake.
"yangg hape ku mana yakk?" aku pun merogoh saku celana ku smbil tetap menyetir.
"kamu tdi taro mana sayang?" timpal doni .
" hhhmmm "
Di malam yang sesunyi ini aku sendri tiada yang menemani. Alunan lagu dri peterpen_kisah cintaku itu mengalun, ternyata hape ku ada di blkang jok.
"biar aku ajah yang ngambil yang, kmu lagi nyetir" ucap doni.
"udah gpp kok aku aja yg ngambil msih bisa kok" aku tersenyum padanya.
Dagusapkan tangan ku pda wajah nya dan menghapus airmata dri wajah yang sudah mulai berkeriput itu.
"ibu jgan nangis lagi yah, aku skr buktinya udah sehat,telah aku dapat hape ku aku langsung menghadap depan, dan tbtb ada mobil di depan kami, tnpa sadar mobil ku langsung tertabrak dan hancur, aku lihat
Saat itu bersma ku kala kecelakaan itu. Ya, doni mana doni, knapa dya tdak ada disini. Aku menengok ke kiri dan ke kanan , dan aku pun menatap ibuku.
"bu, doni mana bu ? Doni gak papa kan bu ? Nina pngen ketemu doni bu, nina pengen ktmu doni bu" aku pun bangun , namun tubuhku di tahan oleh ibuku.
"tenang nak tenang, sebenarnya doni sudah sudah " ibuku berhenti dan aku lihat wajahnya menahan tangis.
"doni knapa bu? Jawab" aku semakin lantang bertnya padanya .
"doni sudah meninggal sat dbwa k'rmh sakit nin" ibu ku pun tak dpat menahan air matanya, dn seketika itu juga butiran butiran air mata pun jatuh di wajah pucat ku ini.
"meninggal bu? Doni meninggal? Ibu bhong kan ? Gak mungkin bu, pokoknya nina mau liatt doni sekaranggg buu !!!!" aku langsung bangkit dri tempat tidur ku, dan berjalan terseok seok menahan sakit yg masih aku rasakan.
"nak sudah nak sudahh, relakan lah dia nak, ibu mhon kmu jgan seperti ini" ibu ku mengejarku dan langsung memeluk ku dari belakang menahan aku untk tdak keluar kamar rawat.
"gk bu aku mau ketemu doni, aku mau ketemu doni, hiks hiks hiks" aku meronta dan menangis sejadi jadinya, aku terjatuh di pelukan ibuku dan seketika itu jga bdan ku mulai lemas dn pingsan.
******
Aku melihat doni duduk sendri di suatu taman yang entah aku tau tbtb aku ada dsitu. Aku mengampiri doni dan duduk disampingnya,dya menatap ku dgan lembut dan Tbtb dya mencium bibirku dgan lembut,memegang tanganku dgan halus.Tapi gak tau knapa aku merasa dya semakin jauh,jauh, jauh, aku mengejarnya nmun takbisa smpai doni menghilang pun aku hanya bisa berteriak memanggil namanya .
*****
"donii donii donii donii DONI!!!"
"nak bngun nak bangun sayangg, knp kamu?" ibu ku menggoyangkan badanku dgan pelan agar aku terbangun.
"hosh hosh hosh ibu?" trnyata itu hanya mimpi, donii
"kamu gpp nin? "
"aku gpp kok bu" aku tersnyum pada ibuku
****
2 bulan sudah aku telah kehilangan orang yg aku sayang yaitu doni, 1 bulan yg lalu aku mencoba untk bunuh diri di jembatan yg bias menangis rasanya aku ingin berteriak
"hey lepas kan lah beban mu" ucapnya dgan masih menatap lurus sungai dri kejauahan. "mksud mu?" aku bingung
"ya lepaskan, berteriak lah sekencang kencangnya, biasanya itu akn mengurangi frustasi seseorang" dya tbtb tersenyum pda ku, senyuman itu snyuman itu, aku merasakan doni ada di dalam dirinya, siapa lelaki ini, aku bertnya ddlam hati. Tnpa pikir panjang aku pun berteriak sekencang kencangnya.
"AAAARRRRRGGGGGHHHHKKK" aku merasa lega mskipun msih ada yg mengganjal di dalam hatiku.Aku harus merelakan doni, ya aku harus merelakannya .
"gimana ? Enakan skr?Siapa nama mu?" dya tersnyum dn mengulurkan tngannya .
"Nina" aku hnya menjwabnya dgan singkat.
"aku Angga, nama mu bagus, sma seperti yg punya " dya tersnyum kembali, entah mengapa senyum itu mirip skali dgan doni, apa tuhan telah mengirimkan lelaki untk membuat ku tdak bersedih lagi? Atw untk menggantikan doni ? Entahlah, yg terpenting aku percya bhwa tuhan telah merencanakan yang terbaik but ku ****
Yap , lelaki itu adalah Angga, kalian taw dya spa ku skrang? Skrang dia telah resmi menjadi suami ku, setelah selama 3 bulan mencoba melamarku dn pada akhirnya pun aku luluh di buatnya , aku menerima lamarannya dn menikah dgannya, aku berkata dlam hati, tuhan terima kasih tuhan kau telah mengirimkan jodoh sebenarnya untuk ku, semoga dya terbaik buat aku. Itulah kisah cintaku yang terisi kan oleh rasa sedih dan gembira, aku belajar arti mencintai, aku belajar arti ditinggal kan, dan aku akan slalu mencintai Angga yg telah menjadi imam dalam hidupku saat ini.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More